Monday, April 23, 2012

Barca Mulai Impoten

Barcelona
Ekspresi penyerang Barcelona Lionel Messi setelah penaltinya gagal ketika melawan Valencia pada leg pertama semifinal Copa del Rey di Estadio Mestalla, Valencia, 1 Februari 2012.







SportPoin, Barcelona: Sepanjang kariernya menangani tim inti Barcelona, boleh jadi musim ini merupakan musim yang paling kelam bagi seorang sosok bernama Pep Guardiola. Betapa tidak, pelatih termuda sepanjang sejarah Liga Champions ini tengah berada di ambang kegagalan baik di kancah domestik maupun regional.

Seusai kekalahan menyakitkan 1-2 dari Real Madrid di laga El Clasico yang berlangsung di Camp Nou, Sabtu (21/4) lalu, Guardiola secara spontan menyampaikan selamat kepada “musuh beratnya” dalam dua tahun terakhir, pelatih Los Blancos Jose Mourinho. Dengan tertinggal empat poin dan kompetisi hanya tinggal menyisakan empat partai, Guardiola bersikap realistis jika gelar La Liga telah terbang ke Ibu Kota Spanyol.

Kini, harapan Guardiola mengantarkan gelar bergengsi bagi fans Los Blaugrana hanyalah tinggal trofi di Benua Biru. Posisi Barca pun sedang di ujung tanduk. Menyusul kekalahan 0-1 dari Chelsea di leg pertama fase semifinal yang berlangsung Stamford Bridge, Rabu (18/4) lalu, di leg kedua esok hari di kandang sendiri Lionel Messi dkk wajib mencetak gol guna membuka peluang meraih tiket ke babak final Liga Champions untuk ketiga kalinya di era Guardiola.

Namun, Guardiola mengakui jika anak-anak asuhannya menghadapi penyakit yang gawat, yaitu impoten atau lemah syahwat menyusul kurang tajamnya penyelesaian peluang di depan gawang lawan. Di laga lawan Chelsea dan Madrid, Barca sebagaimana biasanya tampil dominan, namun tak kunjung mampu menjebol gawang Petr Cech dan hanya sekali membuat Iker Casillas memungut bola dari jala gawangnya.

“Saya telah melihat bahwasanya para pemain mulai impoten. Kami mampu membuka ruang dan mengkreasi sejumlah peluang. Saya pikir, kami mempunyai peluang yang lebih banyak di laga lawan Madrid ketimbang partai lainnya,” aku Guardiola ketika ditanya tentang gagalnya Messi dkk menyelesaikan peluang di kedua laga tersebut.

Meski demikian, Guardiola mengakui jika “lemah syahwat” yang membelit para pemainnya adalah hal yang wajar dalam dunia sepakbola. “Anak-anak telah bermain bersama-sama selama empat tahun. Kadang, mereka kehilangan kebugaran. Hal itu normal terjadi. Kurang tajamnya di depan gawang lawan merupakan perbedaan di antara dua laga lawan Real dan Chelsea. Namun, itulah bagian dari pertandingan,” ujarnya.

Menjelang leg kedua yang dinilainya sebagai partai penentu kesuksesan Barca di musim ini, Guardiola mengaku terlebih dahulu akan membicarakan kondisi para pemain dengan staf kepelatihannya. Seperti diketahui, kontras dengan Chelsea yang mengistirahatkan delapan pemain intinya di laga lawan Arsenal, Barca justru tampil dengan kekuatan penuh saat menjamu Madrid.

“Besok saya akan berbicara dengan para kolega untuk mempersiapkan diri menghadapi partai berikutnya, laga yang sangat penting artinya bagi klub. Chelsea menyimpan delapan pemain, sementara kami sama sekali tidak punya kesempatan untuk melakukannya,” kilah Guardiola.

0 comments:

Post a Comment