Jelang Barca vs Chelsea
SportPoin, Nyon: Teori konspirasi yang terlontar
dari mulut pelatih Real Madrid Jose Mourinho bahwasanya kesuksesan
Barcelona di ajang Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir
disebabkan adanya faktor bantuan dari UEFA kembali menghangat seiring
dengan keputusan Wakil Presiden Komite Wasit UEFA, Erzik Senes, yang
menunjuk koleganya sesama warga negara Turki, Cuneyt Cakir untuk menjadi
pengadil di leg kedua semifinal Liga Champions antara Barca dan Chelsea di Camp Nou, Selasa (24/4) besok malam.
Erzik Senes, sebagian menulisnya terbalik menjadi Senes Erzik, kelahiran Giresun, Turki, 18 September 1942, merupakan mantan manajer proyek Unicef. Mourinho menuding pasukan Pep Guardiola diuntungkan dengan UEFA mengingat Unicef menjadi sponsor Barcelona. Hal itu dikemukakan Mourinho di musim lalu menyusul kekalahan 0-2 dari Barca di leg pertama babak semifinal Liga Champions, laga dimana Pepe dikeluarkan dari lapangan.
Pada Mei 2011, Barca memperbarui kontrak kerjasamanya dengan Unicef untuk semusim ke depan dan besok malam, Lionel Messi dkk bakal mengenakan kostum dengan logo Unicef saat menjamu pasukan Roberto Di Matteo.
Di sepanjang musim ini, Cakir, 35 tahun, salah satu wasit termuda di jajaran elit UEFA baru ditugaskan menjadi wasit di empat laga Liga Champions. Yaitu, matchday pertama penyisihan Grup A antara Villarreal dan Bayern Muenchen di Estadio Madrigal, 14 September 2011, matchday ketiga babak penyisihan Grup D antara Real Madrid dan Olympique Lyonnais di Santiago Bernabeu, 18 Oktober 2011, matchday keenam penyisihan Grup C antara MU dan Benfica di Old Trafford, 22 November 2011, dan leg pertama babak 16 besar antara Olympique Marseille dan Inter Milan di Stade Velodrome, 22 Februari lalu.
Sekadar mengingatkan, di musim lalu, dalam pernyataan kerasnya terhadap UEFA, Mourinho mengatakan, “Jika saya langsung mengatakan kepada UEFA apa yang ada dalam benak saya, maka tentu saja karier kepelatihan saya bakal selesai. Karena saya tidak dapat mengatakan apa yang ada dalam pikiran saya, maka saya akan bertanya: Mengapa? Saya tidak mengerti mengapa (UEFA menugaskan (Tom) Ovrebo? Mengapa (Massimo) Busacca? Mengapa (Wolfgang) Stark? Setiap semifinal selalu kejadiannya sama. Saya tidak tahu apakah hal itu berkaitan dengan publisitas Unicef. Pertanyaan saya, adalah mengapa hal itu terjadi? Mengapa Pepe dikeluarkan? Mengapa (wasit) tidak mau memberikan empat penalti di laga (Barca) lawan Chelsea? Mengapa (wasit) mengeluarkan (Thiago) Motta? Mengapa pula mereka mengeluarkan Robin van Persie? Darimana datangnya kekuatan seperti itu.”
Jadi? Mari kita saksikan jalannya pertandingan leg kedua antara Barca dan Chelsea besok malam. Jika kembali terjadi kontroversi seperti yang diakui Tom Ovrebo, boleh jadi argumen Mourinho bahwasanya ada sesuatu antara UEFA dan Barca, tidaklah berlebihan.

0 comments:
Post a Comment