Semifinal Liga Champions
Selebrasi gol striker Chelsea Fernando Torres ke gawang Barcelona di leg
kedua semifinal Liga Champions di Camp Nou, 24 April 2012. Skor akhir
2-2. Chelsea unggul agregat 3-2.
SportPoin, Barcelona: Chelsea luar biasa. Tragis
bagi Barcelona. Untuk kesekian kalinya, publik sepakbola menyaksikan
anomali dalam sepakbola, yaitu tim yang menguasai jalannya permainan
belum tentu tampil jadi pemenang pertandingan. Tampil dengan 10 pemain
hampir selama 60 menit plus tanpa dua bek tengah murni, The Blues masih mampu menahan imbang Los Blaugrana 2-2 (1-2) di leg
kedua semifinal Liga Champions yang berlangsung di Camp Nou, Selasa
(24/4) malam waktu setempat atau Rabu (25/4) dinihari WIB. Dengan
demikian, Chelsea berhak melaju ke final berkat keunggulan agregat 3-2.
Seperti di leg pertama, Barca mendominasi jalannya pertandingan sejak kick-off dibunyikan wasit Cuneyt Cakir (Turki). Memasuki menit ketiga, Lionel Messi mengancam gawang Petr Cech ketika tendangannya hanya membentur jaring luar. Di menit ke-12, Chelsea kehilangan Gary Cahill yang digantikan Jose Bosingwa. Pertahanan tim tamu mulai goyah. Tujuh menit berlalu, Messi kembali memaksa Cech melakukan save.
Nasib sial menimpa Barca ketika defender jangkung Gerard Pique mendapat cedera. Meski demikian, Messi dkk tetap mengurung pertahanan Chelsea. Upaya yang membuahkan hasil di menit ke-35 melalui sambaran Sergio Busquets memanfaatkan umpan tarik Isaac Cuenca. Skor 1-0 untuk Barca.
Tak sampai dua menit berselang, Barca mendapat advantage menyusul tindakan bodoh yang dilakukan John Terry yang menendang Alexis Sanchez. Terry diganjar kartu merah. Akibatnya, dua menit sebelum jeda, Barca menambah keunggulan menjadi 2-0 lewat sepakan Andres Iniesta yang menerima umpan dari Messi. Namun, publik Camp Nou dibuat terkejut oleh gol balasan Ramires di menit kedua injury time. Menerima passing akurat dari Frank Lampard, Ramires dengan dingin mengelabui Valdes. Skor 2-1 untuk Barca.
Di babak kedua, Barca yang sadar butuh tambahan minimal satu gol langsung menggebrak. Tiga menit berlalu, Didier Drogba melanggar Cesc Fabregas di dalam kotak terlarang. Barca mendapat hadiah penalti. Sayang, eksekusi Messi membentur mistar. Sejak saat itulah, Chelsea seperti mendapat second wind. Sebaliknya, Barca dan Messi mulai frustasi. Di menit ke-61, Cech tampil luar biasa dengan memblok tembakan Cuenca.
Seiring dengan menipisnya waktu yang tersisa, publik Camp Nou mulai cemas. Apes kembali menyambangi skuad Pep Guardiola. Di menit ke-81, gol Alexis dianulir karena Alves telah berdiri dalam posisi off-side. Semenit kemudian Messi kembali gagal menjebol gawang Cech. Sepakan khas kaki kirinya menyentuh ujung jari tangan Cech dan mengenai tiang kiri gawang Chelsea.
Di menit-menit akhir, Barca yang butuh satu gol guna melaju ke Muenchen, kian bernafsu memborbardir pertahanan Chelsea. Namun, rapatnya pertahanan tim tamu tak sanggup ditembus Messi dkk. Bahkan, memasuki injury time, Chelsea justru mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol striker pengganti Fernando Torres.
Mendapat bola liar di daerah sendiri, Ashley Cole menyodorkan umpan panjang kepada Torres yang berdiri bebas tanpa kawalan. Tanpa kesulitan Torres mengelabui Valdes. Skor 2-2 bertahan sampai bubaran. Chelsea lolos ke final, dan Barca tersingkir dengan tragis.
0 comments:
Post a Comment