Borussia Dortmund
Gelandang serang Borussia Dortmund Shinji Kagawa merayakan golnya ke
gawang Mainz pada partai Bundesliga di Westfalenstadion, Dortmund, 3
Maret 2012.
Liputan6.com, Manchester: Kontrak kerja bintang muda
Jepang Shinji Kagawa di Westfalenstadion baru akan kedaluarsa pada 30
Juni 2013. Jelang kompetisi Bundesliga di musim ini berakhir, Borussia
Dortmund telah menyodorkan proposal perpanjangan kontrak bagi gelandang
serang berusia 23 tahun itu. Guna merayu Kagawa yang mendapat minat dari
sejumlah klub elite Eropa, Dortmund bersedia melipatgandakan besaran
gajinya.
Namun, terdengar isu jika Kagawa menolak proposal tersebut demi mewujudkan impiannya bermain di kompetisi elite Eropa.
Spekulasi tersebut mulai kencang terdengar seiring dengan pengakuan CEO
Dortmund Hans-Joachim Watzke yang mengklaim jika usahanya
mempertahankan Kagawa membentur tembok tebal.
Klaim dari Waztke juga mendapat dukungan dari agen pemain yang
bersangkutan, Tomas Kroth. “Semuanya bukan karena faktor fulus. Shinji
mempunyai rencana dalam kariernya,” terang Kroth. Lebih lanjut, soal
Kagawa menemui titik terang setelah Direktur Klub Michael Zorc mengakui
jika pada akhirnya Kagawa telah menolak proposal perpanjangan
kontraknya.
Lalu, kemana Kagawa akan melanjutkan kariernya? “Shinji bakal bermain di
Inggris. Sebab, ia telah resmi menolak proposal perpanjangan kontrak
yang kami tawarkan,” tegas Zorc.
Desas-desus yang beredar menyebutkan jika Kagawa bakal mengikuti jejak
mantan kapten Timnas Korea Selatan, Park Ji-Sung, yaitu dengan bergabung
ke Old Trafford, markasnya Manchester United. Kagawa yang mencetak 13
gol dari 30 partai Bundesliga di musim ini diklaim bakal menandatangani
kontrak selama tiga musim dengan gaji sebesar 5 juta pound atau sekitar
Rp 73 miliar per tahun.
Setan Merah sendiri diyakini berusaha mendapatkan Kagawa dengan bandrol
yang sangat murah, yaitu sekitar 7 juta pound atau hampir 25 kali lipat
dibanding besarnya ongkos yang dikeluarkan Dortmund saat mengakuisisi
Kagawa dari Cerezo Ozaka di bursa transfer musim panas 2010.

0 comments:
Post a Comment