Wednesday, July 18, 2012

Suarez Serang Setan Merah

Liverpool
Selebrasi striker Liverpool asal Uruguay Luis Suarez usai menjebol gawang Stoke City di putaran keempat Carling Cup di Britannia Stadium, Stoke-on-Trent, 26 Oktober 2011.







SportPoin, Liverpool: Kompetisi musim 2012-2013 belumlah dimulai, Liverpool sudah menabuh genderang perang kepada klub musuh bebuyutannya, Manchester United. Adalah striker The Reds asal Uruguay Luis Suarez yang memicu “peperangan” di antara kedua klub tersohor di ranah Inggris tersebut.

Hal itu tak merupakan buntut dari dijatuhkannya skorsing yang sangat berat bagi Suarez yang diklaim bersalah melakukan tindak rasisme terhadap bek MU asal Prancis Patrice Evra. Saat itu, menyusul insiden kedua pemain yang terjadi di laga lanjutan premiership yang berlangsung di Anfield Stadium, 15 Oktober 2011, enam hari kemudian FA bereaksi .

Hampir dua bulan berselang, barulah FA memutuskan sanksi yang sangat berat bagi Suarez yaitu larangan tampil dalam delapan pertandingan dan denda sebesar 40 ribu pound. Menurut Suarez, saat-saat menjalani persidangan merupakan momen yang traumatis bagi dirinya dan juga keluarganya.

“Sangat sulit menyikapi apa yang terjadi pada saya. Saya tidak menunjukkan emosi saat berada di lapangan. Tapi, Anda tahu, di luar itu saya bereaksi. Saya menangis hebat dengan semua tudingan terkait Evra itu. Masa persidangan begitu sulit untuk dijalani. Saya dan istri menangis sepanjang pekan. Itulah saat-saat dimana saya baru menyadari sosok mana yang benar-benar mendukung saya dan mana yang berada dekat dengan saya hanya demi kepentingan mereka sendiri,” ujar Suarez kepada stasiun televisi Uruguay, RR Gol.

Lebih jauh, ini yang menarik, Suarez menuding jika keputusan berat yang ditetapkan FA tak bisa dilepaskan dari kekuatan politik The Red Devils yang dikenal sebagai klub elite di kancah Liga Premier. “Orang-orang di klub (Liverpool) sangat yakin jika hal itu merupakan cara dari United untuk mendepak saya keluar dari tim dan menghentikan Liverpool. Tapi, di Inggris, United mempunyai kekuatan politik. Anda harus menghormatinya dan tutup mulut,” tegas Suarez.

“Saya harus pergi menghadiri persidangan di Manchester dengan naik taksi. Saya bangun pukul tujuh pagi dan baru pulang ke rumah pada jam sembilan malam. Tenaga saya benar-benar terkuras dan kelelahan. Saat itu saya ingin menangis dan menendang apa saja yang berada di dekat saya. Tapi, begitu sampai di rumah, saya tidak dapat melakukannya, sebab ada putri saya. Hari-hari yang begitu sulit dan tambah sulit ketika hukuman itu dikeluarkan,” tandas Suarez.

Setelah terbebas dari hukuman, Suarez kembali bertemu Setan Merah di laga big-match yang digelar di Old Trafford, 11 Februari 2012. Publik pun ramai mengomentari apakah menjelang kick-off Suarez bakal bersalaman dengan Evra (Baca: Akankah Evra dan Suarez Berjabat Tangan?). Pasalnya, sebelum laga dimulai, Suarez telah berjanji kepada Liverpool bahwasanya ia akan menjabat tangan Evra. Namun, apa yang terjadi? Suarez ingkar janji. Liverpool pun murka.

Apa alasan Suarez? “Sebelum laga lawan United, saya telah berjanji pada istri saya, manajer dan direktur klub bahwa saya akan berjabat tangan dengan Evra. Lalu, mengapa saya tidak melakukannya? Sebab, saya pikir, saya tidak punya masalah dengannya. Saya dihukum karena Evra. Tapi, saya tidak ada masalah dengan berjabat tangan. Namun, saya tidak dipaksa untuk menyalaminya.”

“Faktanya, ada peluang jika para pemain United atau Liverpool tidak berjabat tangan, seperti yang terjadi di laga Queens Park Rangers dan Chelsea. Jadi, saya pikir mengapa tidak itu saya lakukan mengingat hukuman telah saya jalani. Saya tidak punya masalah dengan Evra. Lagipula, itu hanya jabat tangan semata. Tapi, saya pikir saat itu ada kesalahpahaman antara saya dan Evra. Thus, saya pikir hal itu pun sudah direkayasa sebelumnya, seperti halnya yang terjadi dengan hukuman saya,” tandas Suarez.

Lebih jauh, Suarez mengklaim jika Evra-lah yang ogah untuk berjabat tangan dengannya. “Media Inggris menayangkan momen ketika saya berlalu di depannya. Tapi, mereka tidak melihat jika ia (Evra) menurunkan tangannya. Hanya media di Uruguay dan Spanyol yang menyajikan tayangan itu dimana saya memang berniat untuk menjabat tangannya,” kilah Suarez.

0 comments:

Post a Comment